exs

PERPISAHAN DENGAN SISWA KELAS XII SMKN 1 TELUKKUANTAN

PELAKSANAAN UN TP 2012/2013 DI SMK NEGERI 1 TELUKKUANTAN
Hari ini senin, tanggal 15 April 2013 Telah mulai di laksanakan Ujian Nasional di SMK Negeri 1 Telukkuantan, Sampai saat ini Ujian berlangsung Aman dan tertib, mudahan begitu jualah hendaknya sampai UN berakhir insyaallah pada Kamis tanggal 18 April 2013.
Adapun siswa peserta UN SMK Negeri 1 Telukkuantan tahun ini terdiri dari 229 Siswa yang dibagi dalam 14 Ruangan Ujian , dengan Jumlah pengawas 28 Orang yang didatangkan dari berbagai SMK sekabupaten Kuansing.

Kepala SMK Negeri 1 Telukkuantan Drs, Asrilman, MM dihari pertama UN di datangi oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Kab. Kuansing. Dalam keterangan Bpk kepala sekolah, Pengawas dari Dinas pendidkan ingin mengetahui kondisi pelaksanaan ujian dan sekaligus mendapatkan data jumlah siswa SMK Negeri 1 Telukkuantan yang sedang mengikuti UN TP.2012/2013
Pendidikan
Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Bicara mengenai pengukuran artinya harus ada alat ukurnya, kalo alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan pendidikan karakter?
Jika diberi soal mengenai pendidikan karakter maka soal tersebut tidak benar-benar mengukur keadaan sebenarnya. Misalnya, jika anda bertemu orang yang tersesat ditengah jalan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalananya apa yang anda lakukan? Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah menolong orang tersebut, entah memberikan uang ataupun mengantarnya ke tujuannya. Pertanyaan saya, apabila hal ini benar-benar terjadi apakah akan terjadi seperti teorinya? Seperti jawaban ujian? Lalu apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai dengan indikator perilaku yang dikehendaki. Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa tersebut tidak tahu saat dia sedang di observasi. Nah, kita dapat menentukan indikator jika dia memiliki perilaku yang baik saat guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan dengan seksama, tidak ribut dan adanya catatan yang lengkap. Mudah bukan? Dan ini harus dibandingkan dengan beberapa situasi, bukan hanya didalam kelas saja. Ada banyak cara untuk mengukur hal ini, gunakan kreativitas anda serta kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.
Belajar dengan Teman Sejawat

Prosses belajar tidak mengenal umur, Seperti yang kita lihat pada foto di atas, terlihat dua orang guru senior smk negeri 1 telukkuantan yang sedang belajar sebuah software aplikasi yang dibutuhkannya untuk menunjang keberadaan profesional seorang guru dalam melaksanakan tugasnya... Beliau dan kawan lain merasa optimis akan bisa. Sekarang terbukti mereka bisa melakukannya dengan memanfaatkan bantuan teman sejawat, Semangat Ini patut dijadikan contoh oleh para siswa SMK N 1 Telukkuantan untuk lebih tekun lagi dalam mengikuti pelajaran yang memang sudah dirancang dan direncanakan oleh masing masing guru mata diklat.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Praktek 2013
Alhamdulillah Uji kompetensi praktek di SMKN 1 Telukkuantan telah selesai dilaksanakan dengan baik dan lancar,
Dimana uji kompetensi praktek ini telah dilaksanakan mulai tanggal 25 februari sampai dengan tanggal 2 maret 2013.

UAS SEDANG BERLANGSUNG DI SMKN 1 TELUKKUANTAN

Ujian UAS di SMK N 1 Telukkuantan alhamdulillah telah berlangsung tertib dan aman sampai hari ke tiga (rabu,6 maret 2013) ini, mudah mudahan sampai UAS selesai juga begitu hendaknya, seperti terlihat pada gambar di atas tampak beberapa siswa sedang serius mengerjakan soal UAS matematika. Kita selalu menekankan kepada siswa untuk selalu berusaha mengerjakan soa UAS dengan baik agar mereka terbiasa dan tidak canggung lagi dalam menyelesaikan soal UN nantinya.